Laman

Selasa, 04 Januari 2011

ASAL MULA

 ASAL MULA SINGARAJA

      Dahulu kala dipulau Bali. Tepatnya di daerah Klungkung hiduolah seorang raja yang bergelar Sri Sagening. Ia mempunyai istri yang cukup banyak. Istri yang terakhir bernama Ni Luh Pasek. Ni Luh Pasek berasal dari Desa Panji dan merupakan keturunan Kyai Pasek Gobleg. Namun malang nasib Ni Luh Pasek, swaktu ia mengandung, ia di buang secara halus dari istana, ia di kawinkan dengan Kyai Jelantik Bogol oleh suaminya.
     Kesedihannya agak berkurang berkat kasih sayang Kyai Jelantik Bogol yang tulus. Seetelah tiba waktunya ia melahirkan anak laki-laki. Bayi laki-laki itu di beri nama I Gusti Gede Pasekan.
     I Gusti Gede Pasekan makin hari makin besar, setelah dewasa ia mempunyai wibawa besar di kota Gelgel. Ia sangat dicintai oleh pemuka masyarakat dan masyarakat biasa.
     Ia juga disayang oleh Kyai Jelantik Bogol seperti anak kandungnya sendiri. Pada suatu hari, ketika ia berusia dua puluh tahun, Kyai Jelantik Bogol memanggilnya.
     "Anakku,"
     Kyai Jelantik Bogol,"sekarang pergilah engkau ke Den Bukit di daerah Panji"
     "Mengapa saya harus pergi kesana, Ayah?"
     "Anakku, itulah kelahiran ibumu."
     "Baiklah, Ayah. Saya akan pergi kesana."
     Sebelum berangkat, Kyai Jelantik Bogol berkata kepada anaknya, "I Gusti, bawalah dua senjata bertuah ini, yaitu sebilah keris bernama Ki Baru Semang dan sebatang tombak bernaman Ki Tunjung Tutur. Mudah-mudahan engkau akan selamat.
     "Baik, Ayah!"
     Dalam perjalanan ini, I Gusti Gede Pasekan diiringkan oleh empat puluh orang dibawah pimpinan Ki Dumpiung dan Ki Kadosot.
     Setelah empat hari berjalan, tibalah mereka di suatu tempat yang di sebut Batu Menyan. disana mereka bermalam. Malam itu I Gusti Gede Pasekan dan ibunya dijaga ketat oleh para pengiringnya secara bergiliran.
     Tengah malam, tiba-tiba datang mahluk gaib penghuni hutan. Dengan mudah sekali I Gusti Gede Pasekan diangkat keatas pundak mahluk gaib itu sehingga ia dapat melihat pemandangan lepas dari laut dan daratan yang terbentang di depannya.
     Ketika ia memandang ke timur dan barat laut, ia melihat pulau yang amat jauh. Sedangkan ketika ia memandang keselatan, pemandangannya dihalangi oleh gunung. Setelah makhluk gaib itu lenyap, didengarnya suatu bisikan.
     " I Gusti, sesungguhnya daerah yang baru engkau lihat itu akan menjadi daerah kekuasanmu."
     I Gusti Gede Pasekat sangat terkejut mendengar suara gaib itu. Namun ia juga merasa senang, bukan kah suara itu adalah pertanda bahwa pada suatu ketika ia akan mendapat kedudukan yang mulia, menjadi penguasa suatu daerah yang cukup luas.
     Memang untuk mencapai kemuliaan orang harus menempuh berbagai kesulitan terlebih dahulu. Ia menceritakan apa yang di dengarnya secara gaib kepada ibunya.
     Ibunya member semangat untuk terus mlakukan perjalanan. eesokan harinya rombongan I Gusti Gede Pasekan melanjutkan perjalanan yang  penuh dengan rintagan. Walaupun perjalanan ini sulit dan jauh, akhirnya mereka berhasil juga mencapai tujuan dengan selamat.
     Pada suatu hari ia berada di desa ibunya, terjadilah peristiwa yang menggemparkan. Ada sebuah perahu Bugis terdampar di pantai Panimbangan. Pada mulanya orang Bugis meminta pertolongan nelayan di sana, tetapi mereka tidak berhasil membebaskan perahu yang kandas.
     Nakoda perahu Bugis sudah putus asa, tapi tetua kampung nelayan datang mendekatinya.
     "Hanya seorang ayng dapat menolong Tuan."
     "Tuan, katakan saja, siapa yang dapat menyeret perahu ke lautan?"
     "Seorang anak muda, namunsakti dan penuh wibawa." jawab tetua kampung.
     "Siapa namanya?"
     "I Gusti Gede Pasekan."
     Keesokan harinya orang Bugis itu datang kepada I Gusti Gede Pasekan. Ia berkata, "Kami mengharapkan bantuan Tuan. Jika Tuan berhasil mengangkat perahu kami, sebagian isi muatan perahu akan kami serahkan kepada Tuan sebagai upahnya."
     "Kalau itu memang janji Tuan, saya akan mencoba mengangkat perahu yang kandas itu," jawab I Gusti Gede Pasekan. Untuk melepaskan perahu besar yang kandas itu, I Gusti Gede Pasekan mengeluarkan dua buah senjata pusaka warisan Kyai Jelantik Bogol.
     Ia memusatkan pikirannya. Tak lama kemudian muncullah dua makhluk halus dari dua buah senjata pusaka itu.
     "Tuan apa yang harus hamba kerjakan?"
     "Bantu aku menyeret perahu yang kandas itu ke laut lepas!"
     " Baik Tuan."
     Dengan bantuan dua makhluk halus itu ia pun berhasil menyeret perahu dengan mudah.
     Orang lain jelas tak mampu melihat kehadiran si makhluk halus, mereka hanya melihat I Gusti Gede Pasekan menggerak-gerakan tangannay menunjuk kearah perahu.
     Karena senangnya, orang Bugis itu pun menepati janjinya. Di antara hadiah yang diberikan itu terdapat dua buah gong besar. Karena I Gusti Gede Pasekan sekarang sudah menjadi orang kaya, ia digelari dengan sebutan I Gusti Panji Sakti.
     Sejak kejadian itu, kekuasaan I Gusti Panji Sakti mulai meluas dan menyebar ke mana-mana. Ia pun mulai mendirikan suatu kerajaan baru di daerah Den Bukit.
     Kira-kira pertengahan abad ke-17 ibu kota kerajaan itu disebut orang dengan nama Sukasada.
     Semakin hari kerajaan itu semakin luas dan berkembang lalu didirikanlah kerajaan baru. Letaknya agak ke utara dari kota Sukasada. Sebelum dijadikan kota, daerah itu banyak sekali ditumbuhi pohon buleleng. Oleh karena itu, pusat kerajaan baru itu disebut Buleleng. Buleleng adalah nama pohon yang buahnya sangat digemari oleh burung perkutut. Dipusat kerajaan baru itu didirikan istana megah, yang di beri nama Singaraja.
     Itulah asal mulanya SINGARAJA.

http://theytha.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar